Memandikan anak

Mandi sambil senyum

Mendapati anak susah mandi pasti membuat orangtua resah. Karena bagaimanapun mandi merupakan aktivitas yang harus dijalani secara rutin, minimal dua kali sehari. Selain untuk menjaga kesehatan, mandi juga penting agar tubuh selalu bersih dan segar.

Apa yang harus dilakukan orangtua saat si kecil susah mandi? Memaksa bukan tindakan bijak. Justru membuat anak trauma dan semakin susah diajak mandi. (dan tak mau diajak ke dokter kalau nanti dia sakit, karena dokter dicitrakan sebagai ‘monster’ oleh orangtuanya.)

Trauma Air

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab anak susah mandi. Mungkin ada sesuatu yang lebih menarik perhatian anak dibandingkan mandi. Bisa juga karena trauma.

Trauma bisa karena ancaman dan perlakuan saat mandi maupun trauma terhadap air. Untuk mengatasi trauma karena air, harus dilakukan secara bertahap. Cobalah memandikan anak dengan cara mengelap badan terlebih dulu. Jika anak sudah tidak takut lagi, baru dicoba dengan mandi dalam bak, tapi dengan air sedikit.

Bila anak masih tetap takut air dan nggak mau mandi dalam bak bisa dicoba dengan memandikannya di wastafel. Atau bisa juga memandikan anak di taman belakang. Ketakutan anak pada air juga bisa diatasi dengan mengajak anak bermain air yang diletakkan dalam wadah tertentu seperti ember besar atau baskom. Melalui kegiatan menyenangkan memainkan air dengan tangan, diharapkan secara perlahan anak tidak akan takut lagi dengan air.

Mandi yang aneh

Yang paling penting adalah jangan pernah memaksa anak untuk langsung bersentuhan dengan air, tapi lakukan secara bertahap. Pemaksaan justru akan memperparah trauma.

 Buat Kesepakatan

Selain itu juga perlu dibuat kesepakatan antara orangtua dengan anak. Kesepakatan ini dibuat agar anak tak membuat alasan untuk tidak mandi hanya karena, misalnya, sedang asyik nonton televisi. Buat kesepakatan apakah anak akan mandi sebelum acara televisi atau setelahnya. Itu bisa ditentukan bersama.

Biasanya, anak akan marah bila di tengah aktivitas yang menyenangkan itu diganggu dengan sesuatu yang kurang disukainya. Termasuk harus mandi saat sedang melihat televisi atau saat sedang tidur di pagi hari menjelang berangkat sekolah.

Sebenarnya mandi adalah faktor pembiasaan. Kalau dari bayi sudah dimandikan secara teratur waktunya, maka saat anak berusia satu tahun sudah mengerti mandi. Seiring dengan bertambahnya umur maka kebutuhan akan mandi semakin baik. Sehingga tidak masalah lagi bila anak diajak mandi.

 Mandi Sambil Bermain

Sebisa mungkin, jadikan mandi sebagai aktivitas yang menyenangkan. Misalnya dengan memberikan mainan yang disukai anak

Cara mandi anak yang efektif

atau membuat suasana mandi itu memang benar-benar disukai anak. Cukup banyak mainan yang tahan air dan bisa dijadikan teman selama anak berada dalam bak mandi. Keberadaan mainan tersebut bisa menjadi pengisi waktu selama anak dimandikan orangtuanya. Saking sibuknya dengan mainan di tangannya, dia bisa lupa kalau sedang mandi. Peran orangtua untuk membuat suasana mandi menjadi menyenangkan juga penting. Misalnya dengan selalu mengobrol atau bercerita tentang hal-hal yang menyenangkan. Tidak jarang orangtua malas mengajak buah hatinya berbicara atau bercerita dengan anggapan anak tak akan mengerti apa yang dibicarakan. Padahal, bila komunikasi antara orangtua dan anak dijalin sejak dini akan tercipta kedekatan yang erat antara keduanya.

Mandi Bersama

Kalau memang semua jurus sudah dikeluarkan, dan si kecil masih susah untuk diajak mandi, tak ada salahnya mengajaknya mandi bersama. “Ini juga bisa menjadi solusi untuk membantu anak mengatasi rasa takut atau enggan mandi,” jelas wanita berkaca mata ini.

Mandi bersama akan lebih menyenangkan dan ‘terarah’. Mandi bersama juga bisa menciptakan peluang kebersamaan antara anak dan orangtua. Anak juga bisa diajarkan bagaimana cara membersihkan tubuh, memakai sabun dan menggunakan syampo agar tidak sampai masuk ke matanya.

Mandi bersama juga bisa sebagai media untuk pendidikan seks. Tapi, jika usia anak sudah di atas empat tahun, lebih baik mandi bersama dilakukan oleh sesama jenis. Misalnya anak laki-laki dengan ayah dan anak perempuan dengan ibu.

Tidak Mandi Sebabkan Masalah Kulit

Mandi adalah aktivitas membersihkan tubuh dari kotoran dan keringat. Dengan mandi, badan bisa kembali bugar, sehat, Handukan setelah mandisehingga bisa beraktivitas lebih baik. Apabila kulit tidak dibersihkan, maka jumlah mikroorganisme akan bertambah, sehingga berisiko terjadi infeksi kulit, seperti bisul, jerawat, atau eksim. Debu dan kotoran yang menempel pada lapisan pelindung kulit akan mengganggu proses pelepasan kulit ari dan menjadi media pertumbuhan yang baik bagi mikroorganisme. Maka untuk mencegah timbulnya masalah kulit, diperlukan mandi dengan air bersih secara teratur, dua kali sehari dan jangan lupa menggunakan sabun antiseptik. DB

Sumber :

Dr. Dono Baswardono, AISEC, MA, Ph.D – Marriage & Family Therapist, Psychoanalyst & Sexologist

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: