Amankah bayi kurang dari 3 bulan naik pesawat?

Nico umur 1,5 bulan naik pesawat

Ini nich pengalamanku tentang boleh ga bayi naik pesawat.  Ceritanya begini, karena suamiku pindah tugas dari Banjarmasin ke Surabaya, nicho anakku yang pada saat itu baru berusia 1 bulan terpaksa harus dibawa naik pesawat. Sempet bingung juga karena banyak yang bilang itu terlalu riskan bayi naik pesawat karena bisa mempengaruhi gendang telinga, biarkan papanya dulu yang pindah nanti 2 bulanan baru nyusul dan banyak saran lagi.  Sampai akhirnya memang kita putuskan papanya dulu yang terbang, dan kami menyusul sampai minimal nicho berumur 40 hari, untung saat itu ada mertuaku dari Jawa yang menunggu aku dari proses persalinan sampai pindah ini. Aku pikir kalo bayi umur 40 hari dah kuat naik pesawat (walaupun tu termasuk nekat), tapi puji Tuhan semua baik baik saja, ketika di dalam pesawat hingga sampai mendarat di bandara dan beberapa hari diamati tidak ada keluhan pada anakku. Sebetulnya hal ini memang dilarang, karena pada waktu cek in di bandara saja ditanya macam-macam tentang umur bayi, kelengkapan surat dokter dan kita harus menandatangani surat perjanjian tidak menuntut jika terjadi sesuatu hal pada bayi kita. Disini yang harus diperhatikan jika bayi harus naik pesawat adalah idealnya bayi boleh naik pesawat umur 3 bulan (referensi dokter anak), karena perbedaan tekanan udara menyebabkan gendang telingga bayi yg belum sempurna terganggu, suara desing mesin pesawat dan banyak hal lain yang beresiko pada bayi berumur kurang dari 3 bulan, tapi bagaimana bila bayi kurang dari 3 bulan harus naek pesawat? berikut ini tips bayi naik pesawat pengalaman saya sendiri :

  1. Pastikan bayi sudah diperiksa dokter dan dinyatakan sehat, dalam hal ini bayi jangan dalam keadaan pilek karena rongga hidung berhubungan dengan rongga telinga.
  2. Pilih kabin depan pesawat karena tempat ini jauh dari mesin pesawat jadi lebih tenang dari deru mesin pesawat yang bisa mengganggu telinga si baby.
  3. Susui baik dengan ASI atau susu formula ketika pesawat take n landing, pastikan ada proses menelan bukan cuma mengenyot, hal ini untuk menyeimbangkan tekanan di gendang telinga.
  4. Sumpal telingga bayi dengan kapas atau pernah disarankan pengalaman orang lain menggunakan ujung busa dari rokok (spon di rokok).
  5. Beri bayi pakaian yang hangat tapi nyaman
  6. Dekap bayi selama proses take off dan landing (membuatnya merasa nyaman)
  7. Jarang terjadi tapi saran DSA kalo setelah bayi naek pesawat rewel dan kita curagai ada gangguan pendengaran, segera bawa bayi ke THT.

Semoga bermanfaat buat para bunda yang akan berpergian dengan bayi nya naik pesawat.  Silahkan comment atau e-mail saya di bara.sari@hotmail.com untuk sharing pengalaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: