Bayi Susah BAB

Anda tidak perlu heran jika bayi susah BAB atau istilah lainnya konstipasi. Ini memang bisa saja terjadi pada bayi. Bayi akan buang air besar dengan sukar, feces keras, sangat sulit dan sakit sewaktu keluar. Yang perlu diketahui bahwa bayi susah BAB tidak berhubungan dengan jumlah berapa kali bayi buang air besar dalam sehari. Buang air besar sekali setiap 2 – 3 hari sekali dengan feces yang tidak keras atau lunak, bukan termasuk konstipasi.

Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi. Bisa 4 – 10 kali sehari. Atau bisa . juga sebaliknya, sekali dalam 3 – 7 hari. Bila bayi minum ASI, BAB-nya bisa 12-15 kali dalam sehari. Bahkan, kadang sambil menyusu pun ia BAB, karena enzim pencernaannya belum bekerja baik, gerakan peristaltik ususnya bekerja terus dan lebih hebat, hingga waktu menyusu dia langsung BAB otomatis saja.

Semakin berjalannya waktu, enzimnya semakin sempurna, ASI-nya makin bisa ditahan untuk diserap dulu dan sisanya baru dibuang. Dari hari ke hari, bayi dengan ASI eksklusif akan semakin jarang BAB, bisa 3 – 7 hari sekali, dan tidak termasuk kategori bayi susah BAB. Dengan demikian, yang paling penting adalah memerhatikan konsistensi BABnya.

Kesulitan buang air besar jarang terjadi pada bayi yang diberikan ASI (air susu ibu) eksklusif. Bayi susah BAB biasanya bermula ketika mulai meminum susu formula atau mulai diberikan makanan pendamping, yang mengakibatkan konsistensi dari feces akan berubah dan dapat menjadi konstipasi.

Berikut beberapa penyebab bayi susah BAB :
• Masalah perubahan makanan, biasanya sewaktu bayi mulai diperkenalkan makanan padat.
• Kekurangan cairan dan serat dalam makanan.
• Pembuatan susu formula dengan konsentrasi terlalu kental.

Untuk mengatasi masalah bayi susah BAB, Anda bisa melakukan saran berikut :
• Berikan bayi Anda lebih banyak cairan seperti air putih, susu atau setelah usia 4 bulan dapat diberikan jus buah yang diencerkan.
• Bantulah bayi Anda dengan melakukan olahraga kecil, dengan cara menekuk lutut bayi kearah perutnya secara lembut beberapa kali, yang akan membantu untuk mengeluarkan BAB (buang air besar).
• Mandikan dengan air hangat.
• Oleskan baby oil di daerah sekitar anus bayi.
• Setelah bayi mulai makan padat, berikanlah lebih banyak makanan yang berserat dari buah dan sayuran.

Anda perlu berkonsultasi ke dokter terkait bayi susah BAB apabila:
• Tidak ada perubahan ketika sudah mengubah pola makan
• Bayi atau anak tampak sangat kesakitan,
• Keluar darah di feses (tinja)
• Terjadi robekan di daerah anus karena tekanan yang kuat.
http://www.anneahira.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: