Archive for the ‘Bayi belekan’ Category

Tentang Mata Bayi Belekan

Dalam keadaan normal air mata itu terus-menerus dibentuk kelenjar air mata (glandula lacrimalis) yang terletak di samping luar atas bola mata. Dalam keadaan normal bola mata akan selalu dibasahi air mata yang penting untuk nutrisi dan kelembapan bola mata.

Air mata ini mengalir dari samping atas mata mengalir menuju bawah tengah dan bermuara pada lubang yang letaknya di kelopak mata bawah dekat hidung (kalau Ibu perhatikan di tempat itu tampak seperti ada titik yang sebenarnya lubang tempat air mata bermuara). Melalui lubang ini air mata akan terus mengalir kearah bawah menuju tenggorokan.

Saluran air mata ini disebut ductus nasolacrimalis. (Ingat, kalau mata kita ditetesi obat tetes mata yang pahit, rasa pahit akan terasa karena obat masuk ke tenggorokan). Nah dugaan saya ada sumbatan pada saluran ini mungkin oleh kotoran-kotoran yang memadat atau ditambah ada bagian saluran yang menyempit sehingga arus aliran air mata tersendat.

Jika aliran terganggu/tidak lancar, bakteri akan tumbuh berlebihan, sehingga terjadi peradangan/infeksi yang ditandai banyaknya tahi mata yang sebenarnya nanah. Jadi, pengobatannya di samping antibiotik yang diminum dan diteteskan kemata juga perlu upaya menghilangkan sumbatan tadi.

Ibu bisa mencoba memijat dengan telunjuk jari Ibu mulai dari arah atas tengah (muara air mata kanan tadi) di urut ke arah bawah tengah berkali-kali, sehari dua kali. Tentunya tetap obat tetes mata diberikan. Biasanya dari pengalaman dalam 1–2 pekan sumbatan itu akan hilang dan mata sembuh dan tidak belekan lagi.

Bila penyakit tetap berulang, sumbatan itu harus dihilangkan dengan memasukkan kawat dengan bahan tertentu yang lentur. Tapi ini bisa dilakukan setelah bayi berumur 1 tahun atau lebih. Karena untuk bayi di bawah 1 tahun, diameter kawat tadi masih lebih besar dari diameter saluran air mata.

Selamat mencoba dan jangan lupa jaga kebersihan selalu cuci tangan dahulu sebelum dan sesudah melakukan masase. Dan pakai juga pelicin seperti baby oil atau minyak kelapa supaya mengurang lecet pada kulit bayi.

 

Membersihkan Odol di Mata

PERNAH tidak melihat bayi baru lahir yang produksi air matanya berlebihan sampai seperti menangis terus. Itu masih mendingan, adapula bayi yang matanya terus-terusan menghasilkan kotoran alias belekan, terutama di pagi hari ketika bangun dari tidurnya sehingga mata nampak sangat sulit dibuka. Bahkan dalam kondisi yang sangat parah belekan mata jadi seperti odol yang dioleskan dimatanya dan terjadi terus menerus sehingga bisa dikatakan seperti membiakkan kotoran mata.

Meski terjadi pada tidak sedikit bayi yang berusia kurang dari 2 tahun, namun bukan berarti belekan boleh dicuekin. Sebab bukan hanya penampilannya saja yang jadi tidak menyenangkan, belekan mata bayi bisa jadi indikasi adanya penyumbatan saluran air mata di pangkal hidung si kecil.

“Ini (belekan, red) disebabkan karena ada yang tidak beras pada konjungtiva mata bayi pada saat ia baru dilahirkan, karena waktu lahir ada yang tidak bersih. Konjungtiva itu sendiri dipicu oleh bakter atau virus,” terang dr Indra Widjaja Himawan SpA.

Namun infeksi bakteri dan virus itu hanya salah satu penyebab belekan pada bayi, yakni ketika di awal hidupnya daya tahan tubuhnya lemah sehingga tidak mampu menahan serangan infeksi virus. Akibatnya yang paling sederhana ya belekan itu.

Karena bukan satu-satunya, sumber pemicu belekan lainnya adalah penyumbatan saluran air mata bayi, sejak proses kelahirannya. Kondisi kelahiran tidak bersih yang dr RSUD Banjarbaru ini maksud adalah ketika masih ada lendir yang tersisa pada waktu lahir, pada saat itu sedot lendir di saluran air matanya tidak benar-benar bersih.

Sebenarnya, sambung dr Indra, bila belekan di mata si kecil tidak diobati juga tidak apa-apa karena bukan penyakit, dan pada waktunya nanti juga hilang sendiri. Yakni saat bayi agak besar dan mulai beraktifitas, belajar tengkurep, lalu belajar duduk sendiri.

Sayangnya tidak semua kasus belekan yang bila pencetusnya adalah bakteri dan virus itu bisa sembuh dengan sendirinya. Pada tidak sedikit kasus belekan perlu penangan lebih lanjut.

“Dari yang sederhana dan bisa dilakukan sendiri di rumah sampai operasi kecil yang harus dilakukan oleh ahlinya, dokter mata,” imbuhnya. (dsa)

(www.radarbanjarmasin.com)

Mengatasi Mata Belekan Pada Bayi

Belek adanya penyakit yang menyebabkan mata berair dan banyak mengeluarkan kotoran mata. Kondisi ini biasa dialami bayi. Beragam penyebabnya, antara lain :

  • Infeksi jalan lahir. Biasanya, infeksi jalan lahir didapat bayi ketika proses persalinan berlangsung. Dokter biasanya memberikan obat yang sesuai dengan penyebab infeksinya
  • Adanya sumbatan pada saluran air mata bayi. Kondisi ini akan menghambat aliran air mata bayi ke rongga hidung, sehingga mata bayi pun berair terus-menerus. Nah, genangan air inilah yang bisa   mengundang kuman penyebab infeksi

Bila kebetulan bayi Anda mengalami belekan, lakukanlah tindakan-tindakan berikut :

a.  Perhatikan apakah belekan yang terjadi normal atau tidak

  • Jika masih normal, artinya hanya sedikit belek pada mata bayi di pagi hari dan tidak sampai mengganggu (membuat mata bayi lengket), maka Anda tidak perlu khawatir. Bersihkan saja matanya menggunakan kapas dan air hangat. Arahnya dari bagian dalam ke arah luar mata
  • Jika belek bayi cukup banyak, sehingga menyebabkan matanya lengket, cobalah mengompres matanya dengan kapas yang dicelupkan ke air hangat.  Biasanya, kotoran yang membuat mata bayi lengket akan lebih mudah dibersihkan. Jangan sekali-sekali menggunakan boorwater atau cairan pembersih mata

b.  Segera bawa ke dokter, jika belekan lebih dari tiga hari. Sebelumnya, perhatikan apakah bagian putih matanya merah atau tidak. Sampaikan hal ini ke dokter ketika berkonsultasi

c.  Waspada terjadinya infeksi, yakni jika matanya kemerahan. Dokter biasanya akan memberi obat untuk membantu mengatasi infeksi. Perhatikan cara memberikan obat mata pada bayi, tanyakan dengan jelas cara pakainya

d.  Atasi penyumbatan saluran air mata jika hal ini terjadi dan infeksi telah diatasi. Untuk itu, kemungkinan Anda perlu melakukan pemijatan untuk membantu ‘membuka’ saluran air mata yang tersumbat.  Perlu Anda tahu, saluran air mata ada di bagian dalam mata, dekat dengan pangkal hidung. Langkah-langkahnya:

  • Cuci tangan sebelum memijat pangkal hidung bayi
  • Upayakan jangan sampai kuku jari tangan Anda melukai kulit bayi yang masih rentan
  • Perhatikan pula, apakah kulit jari-jari tangan Anda tidak kasar. Sebab, kulit yang kasar bisa saja melukai bayi ketika Anda memijatnya
  • Pijatan biasanya dilakukan dengan menggerakkan ibu jari dari pangkal hidung  bayi (tepi mata sebelah dalam) ke arah hidung (ke arah bawah).  Atau, pijat dalam gerakan berputar-putar. Lakukan pijat hidung bayi ini 2 – 3 kali sehari

             

  • Jika merasa bahwa ibu jari Anda terlalu besar, gunakan jari lain untuk memijat bagian tersebut
  • Ketika memijat, ingat bahwa kulit maupun otot si kecil masih sangat tipis. Jadi, Anda tak perlu menekannya dengan kuat, tetapi cukup menggosok/mengusapnya perlahan-lahan
  • Ketelatenan Anda melakukan pemijatan ini setiap hari, sangat membantu upaya ‘mengeringkan’ genangan air mata yang mengganggu bayi

Yuk, Kenali Belekan Yang Biasa dan Yang Berbahaya

Bangun tidur mata belekan atau dipenuhi kotoran mata, itu biasa. Tapi, bila belekan kerap menimpa buah hati Anda, jangan abaikan. Bila dibiarkan bisa mengakibatkan kebutaan lho.

Sungguh bingung bila melihat mata buah hati tercinta belekan. Bangun tidur, matanya sampai rapat tertutup kotoran mata tersebut. Barulah ia bisa membuka mata setelah dibersihkan dengan kapas steril yang dibasahi air hangat-hangat kuku.

Apakah itu penyakit atau hal yang biasa saja? Menurut Dr. Soedaman Syamsoe, spesialis mata, beberapa hari setelah dilahirkan, beberapa bayi sering mendapat sedikit peradangan di daerah matanya. Penyebabnya mungkin obat yang diteteskan ke mata waktu bayi dilahirkan yang gunanya untuk mencegah infeksi mata dari kuman yang diperolehnya dari jalan lahir.

Pada hari-hari tertentu, di mana angin bertiup kencang, udara kering berdebu, juga bisa menyebabkan mata terus berair dan mengeluarkan kotoran mata yang bermuara di sudut kelopak mata. Bila setelah itu kondisi mata membaik, tak perlu dikhawatirkan. Yang perlu dikhawatirkan kata Soedaman, jika sewaktu-waktu sesudah itu bayi mendapat lagi peradangan di mata sehingga bagian mata yang putih menjadi kemerahan. Atau mata bayi mengalami belekan terus menerus maka Anda harus segera membawanya ke dokter untuk memastikan apakah radang itu berbahaya atau tidak.

Akibat Kelenjar Lakrimal Tersumbat
Saat pertama bayi Anda melihat dunia secara otomatis ia akan bernafas dan menangis. Tangisan ini menyebabkan kelenjar lakrimal yang memproduksi air mata akan bekerja dan terbuka. Sayangnya, hal demikian tidak terjadi pada semua bayi. Ada beberapa bayi yang mengalami sumbatan di saluran air matanya yang jika tidak ditangani dengan cepat, bayi bisa mengalami belekan terus menerus.

Bila buah hati Anda mengalami hal demikian, kata Dr. Soedaman Syamsoe, berarti si kecil mengalami keluhan bawaan yang disebut Obstruksi Dustu Solaktimal. Keluhan ini terjadi akibat kelenjar lakrimal yang berfungsi membasahi mata agar tak kering serta menjadikan mata bening, tidak berfungsi dengan baik karena salurannya tersumbat. Sehingga yang semula mata bayi akan selalu berair mirip orang menangis, lama-kelamaan mengalami infeksi sekunder, akibatnya kelopak mata selalu di tumpuki oleh kotoran alias belek.

Penyumbatan seperti itu, jelas Soedaman, disebabkan lapisan membran eisner yang seharusnya sangat tipis menyelimuti saluran pernafasan, timbul lebih tebal. Akibatnya mata tidak bisa terbuka dengan baik. “Hingga saat ini belum diketahui penyebabnya,” terang dokter yang berpraktik di Jakarta Eye Center-Menteng.

Belekan yang dikatagorikan penyakit mata ini, baru terlihat gejalanya telah bayi menginjak usia 1 bulan keatas. Yakni mata sering keluar air mata (epivora) layaknya ketika menangis meski sebenarnya bayi dalam keadaan ceria atau biasa-biasa saja. Rentang waktu dari mata berair hingga menimbulkan belek tidak bisa dipastikan. ” Bila kumannya banyak dan ganas maka cepat terjadi belekan, terlebih bila daya tahan tubuh menurun.”

Mata epivora yang tertimbun kotoran mata ini tak selalu mengenai kedua mata. Bisa jadi hanya satu mata saja, dan warna kotoran mata bisa kuning atau kehijau-hijuan. Warna kotoran mata ini bukan indikasi keparahan, tetapi lebih karena jenis virusnya yang berbeda-beda, sehingga warna kotoran mata pun berbeda.
Infeksi dari ibu
Faktor lain yang menyebabkan bayi belekan adalah inveksi dari ibu yang mengidap penyakit kelamin seperti Gonorhea (GO) atau Herpes Genital. Penularan biasanya terjadi lewat jalan lahir. Bayi yang akan lahir secara normal (pervaginam) bersentuhan langsung dengan dinding vagina yang telah terinfeksi kuman. Meski demikian, lahir secara cesar pun bukan berarti aman 100 persen.

Bayi yang telah tertular bisa dipastikan kurang dari usia 1 bulan sudah mengidap belekan. Bahkan jika ibu terinfeksi GO, bayi berumur 4 hari kotoran matanya cepat menumpuk yang disertai demam tinggi. Sedangkan bila disebabkan tertular Herpes Genital masa inkubasinya lebih lama, antara 1 – 2 minggu. Namun, yang terserang tak hanya mata tapi juga bisa merembet ke paru-paru dan tenggorokan.

Bisa Akibatkan Kebutaan
Belekan yang biasa-karena radang yang sudah sembuh, karena debu dan angin- setelah pemeriksaan dokter, selanjutnya bisa diatasi dengan perawatan sendiri. Namun, pada kasus penyumbatan kelenjar lakrimal maupun tertular dari ibu, kata Soedaman, harus intensif karena akibatnya yang bisa fatal.

Baik penyakit mata akibat bawaan maupun akibat tertular virus, sama-sama berbahaya. “Bila mengenai konjungtinital bisa tak terlalu berbahaya, namun membuat penglihatan tidak optimal. Nah, bila mengenai kornea yang berbahaya, bisa mengakibatkan kebutaan. Makanya, begitu ada gejala sebaiknya bayi diperiksakan ke dokter.”

Penanganan keduanya pun berbeda-beda. Pada kasus bawaan biasanya diberikan obat tetes mata antibiotik sesuai resep dokter. “Boleh juga obat tetes mata yang dijual bebas asalkan untuk bayi dan mengandung antibiotik. Langkah selanjutnya harus terapi massage, agar saluran tersumbat bisa cepat terbuka,” jelas Soedaman.

Terapi massage ini dapat dilakukan oleh orang tua sendiri sesering mungkin asal jangan sampai menimbulkan lecet. Lakukan pijatan lembut dengan jari kelingking di ujung hidung berdekatan dengan mata. Dalam memijat tak perlu menggunakan pakai baby oil atau lotion karena kulit bayi sangat rentan. Jari kelingkingpun tidak boleh berkuku sebab dapat melukai kulit bayi.

Sedangkan pada kasus tertular dari virus ibunya, jalan satu-satunya hanya penanganan intensif dari dokter mata. Sebelum memberikan obat, dokter umum menanyakan riwayat kesehatan bayinya terlebih dahulu. Apakah baru lahir langsung belekan atau mata berair terlebih dahulu, baru diterapakan terapi yang tepat. “Mata itu organ yang sangat rentan. Bila ada tanda-tanda sakit seperti belekan, tak sembuh dalam satu hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter,” saran dokter yang juga mengabdi di RSCM tersebut.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Jagalah kebersihan handuk muka karena mata sangat rentan terhadap infeksi. Handuk untuk muka bayi (dan mata) sebaiknya berlainan dengan handuk untuk menyeka mulut setelah makan.
  • Usaplah mata dengan halus pada waktu mandi, usap pula ke arah sudut mata bagian dalam.
  • Jaga kuku bayi agar selalu pendek, atau pakaikan sarung tangan untuk menjaga mata jangan sampai tergaruk.
  • Hindari memegang benda terlalu dekat dengan mata bayi minimal 30 cm.
  • Perhatikan apakah mata bayi mengeluarkan cairan. Bila ya segera konsultasikan ke dokter.
  • Perhatikan apakah ada tanda-tanda juling, yaitu kedua mata bayi melihat pada dua arah yang berlainan pada saat yang sama. Bila ada konsultasikan ke dokter mata. Mata yang juling mudah diperbaiki apabila diketahui secara dini.
  • Lindungi mata bayi dari sinar matahari langsung baik di dalam atau di luar rumah. Perhatikan letak tempat tidur bayi. Bila ke luar rumah kenakan topi atau penutup kepala.

Sebelum ke Dokter Mata.

  • Bersihkan mata bayi dengan cotton bud yang telah dibasahi air hangat untuk mengangkat kotoran. Kapas basah oleh air hangat membuat bayi nyaman ketimbang dengan air dingin.
  • Jangan kucek-kucek mata dengan tangan, terlebih oleh tangan mungilnya, karena bisa menyebabkan iritasi. Juga jangan menutup mata lainnya meski tujuannya agar tak tertular

Segeralah pergi ke dokter mata, jangan memberi obat tetes mata sekalipun tertera antibiotik. Mata bayi sangat rentan. Salah memberi obat bisa celaka. Jadi cukup bersihkan dengan kapas basah agar kelopak mata bayi tidak terlalu rapat oleh kotoran yang melekat

%d bloggers like this: